BPJAMSOSTEK Akuisisi 17,4 Juta Peserta di 2020 Meski Banyak PHK

oleh -

Kitakini.news – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang banyak terjadi di masa pandemi Covid-19, tidak mengurangi akuisisi peserta BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK. Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto mengungkapkan, tahun 2020, BPJAMSOSTEK tetap dapat melakukan akuisisi peserta sebanyak 17,4 juta.

Meski, dia mengaku lonjakan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) imbas dari PHK tidak bisa dihindari. Yaitu sebesar 15,22% atau sebanyak 2,2 juta pengajuan klaim JHT pada tahun 2019 dengan nominal yang juga melonjak 24,25% atau sebesar Rp 26,64 triliun.

Sepanjang tahun 2020, pembayaran klaim atau jaminan yang dikucurkan BPJAMSOSTEK mengalami peningkatan sebesar 20,01% atau mencapai Rp 36,5 triliun. Dengan perincian klaim untuk Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai Rp 33,1 triliun untuk 2,5 juta kasus, Jaminan Kematian (JKM) sebanyak 34,7 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp 1,35 triliun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 221,7 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp 1,55 triliun, dan Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 97,5 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp 489,47 miliar.

“Tentunya kami akan selalu optimis dengan tetap waspada terhadap tantangan-tantangan yang mungkin akan muncul di depan. Seperti dengan mewujudkan transformasi digital berkelanjutan. Tahun 2021 ini harus bisa dijadikan titik balik pulihnya perekonomian Indonesia setelah didera pandemi. BPJAMSOSTEK siap mendukung upaya ini agar perlindungan menyeluruh pekerja Indonesia dapat segera terwujud,” ungkapnya.

Peserta BPJAMSOSTEK Bisa Ajukan Klaim dari Rumah Mulai Akhir 2020

Sementara Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Sumut, Panji Wibisana menuturkan bagi peserta BPJAMSOSTEK yang ingin mengajukan klaim di masa pandemi Covid-19, tidak perlu khawatir. Tanpa perlu keluar rumah, peserta jaminan sosial ini bisa mengakses lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id untuk mengajukan klaim.

Kata dia, layanan online ini dihadirkan agar peserta yang akan mengajukan klaim tidak perlu lagi dating ke kantor cabang. Lapakasik yang merupakan kepanjangan dari pelayanan tanpa kontak fisik ini, sambungnya, diharapkan dapat dioptimalkan peserta yang akan mengajukan klaim.

“Selain online, onsite juga ada, sehingga memudahkan bagi para peserta yang mau mengajukan klaim di saat pandemi ini,” ucapnya.

Kontributor : Amelia Murni

Berikan Komentar