Bukan Pensiun, Ayah Khabib Lebih Suka The Eagle Naik ke Kelas Welter

oleh -

kulturkita.com – Seperti diketahui, usai mendominasi kelas ringan UFC, Khabib Nurmagomedov akhirnya memutuskan pensiun. Namun ternyata, Abdulmanap Nurmagomedov, ayah Khabib, lebih memilih jika ‘The Eagle’ naik ke kelas welter, ketimbang pensiun.

Dalam sebuah video wawancara di saluran youtube Oksana Kravtsova, berbahasa Rusia, yang dipublikasikan 9 September 2020 silam, Abdulmanap menyampaikan keinginannya itu. Menurut pelatih gulat Sambo yang meninggal 3 Juli 2020 di Moskow itu, kategori kelas ringan (155 Lbs atau 70 Kg) adalah kategori yang paling sulit.

“Aku lebih memilih Khabib bertarung di kelas 77 Kg (kelas welter 175 Lbs) ketimbang 70 Kg (kelas ringan 155 Lbs), karena (155 Lbs) kategori paling sulit. Semua petarung terbaik ada di kategori 70 Kg,” ujarnya.

Mantan anggota tentara Rusia tersebut, menilai, tidak akan sulit bagi Khabib untuk bersaing di kelas welter, diawali dengan menjadi juara interim.

“Aku rasa, Khabib bisa pindah ke interim pada kategori berikutnya (kelas welter) untuk bertarung kapan saja. Untuk meluangkan waktu sebanyak yang dia mau, bertarung, berlatih,” ungkapnya lagi.

Namun, ayah tiga putra dan satu putri itu mengaku tidak memaksakan anaknya itu untuk lama bertarung. Tetapi kata dia, jika pemegang rekor 29 kali kemenangan tanpa kalah itu mau, dia akan nyaman berada di kelas welter.

“Maksud ku, jika dia mau bertarung lebih lama, dia perlu bertarung di kelas 77 (kilogram). Pada enam bulan di situ, dia akan cukup nyaman berada di kelas itu. Khabib bukan anak kecil, dia sudah memiliki rekor pertarungan.

Dengan kemampuan yang dimiliki Khabib yang ternyata juga belakangan punya skill pertarungan berdiri yang baik, Abdulmanap merasa Khabib bisa bersaing.

“Dia (Khabib) punya daya tahan, dia punya teknik yang diperhitungkan, mempertahankan gelar. Secara psikologis, dia telah dicoba dalam 27 kali pertandingan. Dia bisa bebas pindah ke kategori bobot lainnya.

Khabib merupakan salah petarung UFC terbaik. Yang melakukan upaya paling banyak dan latihan paling keras. 100 hati aebelum pertandingan dia pergi ke pemusatan latihan, melakukan latihan lengkap.

Ayah Khabib Sebut Anaknya Raih Gelar Bukan di Masa Keemasan

Hal menarik lainnya juga disampaikan Ayah Khabib terkait dominasi anaknya di kelas ringan UFC. Seperti diketahui, Khabib menyandang gelar P4P (pound four pound) terbaik usai mengalahkan Justin Gaethje, 24 Oktober 2020 lalu. Menurut Abdulmanap, masa terbaik Khabib justru harus dihabiskan dengan pemulihan cedera.

“Di masa keemasannya, Khabib malah tak bisa berbuat apa-apa, cedera. Operasi tulang punggung, falciform ligamen, cedera ligamen krusiat anterior, rusuk retak, tulang telapak tangan patah. Semua cedera itu datang dalam dua tahun saja. Jadi kupikir waktu terbaik Khabib dilalui dengan cedera,” ungkapnya.

Redaksi

Berikan Komentar